Home » Naik Banyak, Iniloh Daftar Utang Indonesia Per Oktober 2021
Politik

Naik Banyak, Iniloh Daftar Utang Indonesia Per Oktober 2021

Pemerintah sudah menarik utang negara Indonesia Rp 550,6 triliun sepanjang tahun 2021. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa penarikan utang ini mencapai 46,8% dari target utang dalam APBN 2021 sebesar Rp 1,177,4 triliun.

Walau begitu, Bendahara Negara mengungkapkan bahwa realisasi penarikan utang hingga bulan Agustus 2021 ini lebih rendah 20,5% dibandingkan dengan tahun lalu.

“Dalam UU APBN dituliskan target utang tahun ini (untuk) defisit 5,7 persen dari GDP adalah totalnya Rp 1.177,4 triliun. Jadi kalau sekarang kita meng-issue Rp 550,6 triliun ini hanya 46,8 persen, ini sudah bulan Agustus. Jadi jauh lebih kecil dari yang ditargetkan,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita, Kamis 23 September 2021.

Mantan direktur Pelaksana Bank Dunia ini berkata bahwa realisasi penerbitan utang yang lebih kecil dari target terjadi karena adanya penyesuaian issuance. Pemerintah sendiri menargetkan penerbitan Surat Berharga Negara atau SBN Rp 1.207,3 triliun sepanjang 2021. Namun sampai akhir Agustus, penerbitan baru mencapai Rp 567,4 triliun atau 47%.

utang indonesia saat ini

Sri Mulyani lebih memilih untuk memaksimalkan penggunaan Sisa Anggaran Lebih atau SAL tahun 2020 dan perpanjangan mekanisme tanggung renteng atau burden sharing bersama Bank Indonesia dalam Surat Keputusan Bersama III.

Melalui SKB III ini, pemerintah bersama BI bisa menjaga tingkat imbal hasil di tengah kondisi ekonomi makro tingkat global masih terlingkup ketidakpastian. Sampai 15 September 2021, BI usdah membiayai defisit fiskal mencapai Rp 139,8 triliun melalui pembelian SUN Rp 95,6 triliun dan SBSN Rp 44,25 triliun.

Sebelumnya, Bank Indonesia atau BI baru melaporkan Utang Luar Negeri atau ULN Indonesia per akhir kuartal II tahun 2921 atau sampai akhir Juni 2021 mencapai US$ 415,1 miliar. Dengan asumsi US$ 1 setara dengan Rp 14.300.

Maka ULN Indonesia saat ini sudah mencapai sekitar Rp 5.977 triliun. Utang Luar Negeri ini terdiri dari utang pemerintah, sektor swasta, hingga BUMN. Jika bertanya – tanya tentang utang Indonesia terbesar ke negara apa, Negara tetangga Indonesia, Singapura masih menjadi negara pemberi utang terbesar.

Jumlah utang luar negeri Indonesia yang didapatkan dari Singapura mencapai US$ 64,83 miliar per Juni 2021 atau lebih dari Rp 933 triliun. Dari catatan itu, angka utang luar negeri Indonesia ke China yang jumlahnya naik tinggi sekitar 474% dalam 10 tahun terakhir.

Lalu di tahun 2011, angka utang Indonesia ke China tercatat sudah mencapai US$ 3.701 miliar atau sekitar Rp 53,29 triliun. Angka ini melonjak tinggi pada Juni 2021 menjadi US$ 21,246 miliar atau sekitar Rp 309,9 triliun.

Tak dijelaskan dalam data tersebut, apakah utang tersebut merupakan utang pemerintah, BUMN, atau utang swasta. Namun yang dapat dipastikan utang pemerintah dan bank sentral Indonesia ke China tercatat hanya US$ 1,73 miliar hingga Juni 2021. Angka ini naik dari posisi di 2011 yang sebesar US$ 787 juta.

Berikut ini 5 besar pemberi utang luar negeri terbesar Indonesia setelah Singapura:

  • Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 30,56 miliar atau sekitar Rp 469 triliun
  • Jepang US$ 27,181 miliar atau sekitar Rp 391 triliun
  • China US$ 21,246 miliar atau sekitar Rp 305 triliun
  • International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) US$ 18,034 miliar atau sekitar Rp 259 triliun
  • Hong Kong US$ 15,051 miliar atau sekitar Rp 216 triliun

“ULN di akhir triwulan II-2021 turun 0,1% (qtq) dibandingkan dengan posisi ULN triwulan I-2021 sebesar US$ 415,3 miliar. Secara tahunan, pertumbuhan ULN triwulan II-2021 juga melambat, dari 7,2% (yoy) pada triwulan sebelumnya menjadi 1,9% (yoy). Perkembangan tersebut didorong oleh perlambatan pertumbuhan ULN Pemerintah dan kontraksi ULN swasta,” sebut keterangan tertulis BI soal posisi utang luar negeri.